
Alkisah tersebutlah seorang gadis yang tinggal di sebuah desa kecil bernama D Pock. Warga desa itu sendiri tak tahu tepatnya nama asli gadis itu. Tapi mereka mempunyai panggilan untuknya, Gadis Es, karena ia tidak pernah menangis. Gadis Es memang gadis yang periang namun di balik keceriaannya itu hatinya ternyata telah membeku seperti es. Ia telah begitu sering dikecewakan oleh orang-orang tercintanya. Kini ia tak lagi mempunyai harapan. Gadis Es tak lagi berani berharap.
Lalu, pada suatu hari, Gadis Es bertemu dengan seorang pria. Gadis Es menyebutnya Pangeran Matahari walau bukan itu sebenarnya nama pria tersebut. Nama pria itu sebenarnya Keping Salju. Hanya saja, bagi Gadis Es, Keping Salju bagaikan matahari yang dapat mencairkan kebekuan hatinya selama ini. Awal bertemu dengan Pangeran Matahari, Gadis Es belum merasakan apa-apa. Namun, seiring berjalannya waktu, Pangeran Matahari mulai menghujani dirinya dengan perhatian-perhatian kecil. Mereka pun saling surat-menyurat. Bahkan ketika Gadis Es absen menyuratinya karena kehabisan kertas dan pena, Pangeran Matahari mengiriminya kertas dan pena untuknya agar mereka tetap terus surat-menyurat.Dan hubungan mereka berlanjut ke arah yang lebih personal.
Tanpa diketahui Gadis Es, sebenarnya Pangeran Matahari telah memiliki seorang kekasih. Kekasih Pangeran Matahari itu bernama Nona Lobak. Nona Lobak sangat posesif terhadap Pangeran Matahari. Untungnya Nona Lobak belum tahu hubungan Gadis Es dan Pangeran Matahari.
Lalu, Markisa-Kisa sahabat Gadis Es yang juga sahabat Pangeran memberi tahu Gadis Es bahwa Pangeran Mataharinya telah memiliki kekasih, yaitu Nona Lobak. Dan sebenarnya Nona Lobaklah yang mengejar-ngejar Pangeran Matahari. Dan menurut Markisa-Kisa lagi, Pangeran Matahari tidak begitu suka terhadap Nona Lobak.Gadis Es tidak menyangka, karena ia berpikir Nona Lobak hanyalah teman Pangeran Matahari seperti yang lainnya. Ia mengira mereka hanya dijadikan bahan ejekan saja oleh teman-teman lainnya.
Gadis Es kecewa. Ia tak menyangka. Ia pikir hatinya telah dicairkan. Ternyata proses mencairnya itu hanya awal menuju kebekuan yang lebih dalam. Hanya saja Gadis Es tak dapat membohongi persaannya sendiri. Ia berpura-pura tidak tahu kalau ternyata Pangeran Matahari mempunyai kekasih, yaitu Nona Lobak. Ia tetap berhubungan dengan Pangeran Matahari. Bahkan semakin dekat.
Salahkah Gadis Es kalau ia ingin bahagia?
Jahatkah Keping Salju memberi harapan pada Gadis Es?
Seperti apakah perasaan Keping Salju yang sebenarnya kepada Gadis Es?
Haruskah Gadis Es kembali mengalah dan mengorbankan kebahagiannya?
Kuncinya ada pada Keping Salju, Pangeran Mataharinya Gadis Es yang harus mengambil sikap atas semua ini. Kalau ia memang laki-laki...
Ada yang punya jawabannya ??
