Der Brille Mann und ich...
Brille Mann, mein mit der Brille Mann...
Kau, aku, dan air langit
Mencumbui malam dengan doa
Tanpa dunia yang mengenal kita
Terkadang, mencoba mengupas kulit kehidupan dengan aksara
Berharap enigma malu, karena kita menyibak tabirnya
Ah...mein mit der Brille Mann
Betapa aku ini perempuan dungu
Mencoba mengindraimu dengan netra
Padahal kau itu hanya utopia
Fatamorgana bagi kafilah
Indah. Namun eksistensinya nihil
Gamang. Seperti cahaya lilin ditepuk-tepuk angin
Brille Mann...Brille Mann
Kalau boleh kuanggap ribuan laksa tetes hujan adalah implementasi perasaanku
Maka keluarlah, menarilah di bawah guyurannya
Agar kau kuyup akan rinduku
Dan aku dapat memelukmu melaluinya, hujan kita
Hujan yang selalu ingin kunikmati bersamamu
No comments:
Post a Comment